Lamunan 3
Melimitasi diri atas medium fanatika untuk tidak harakiri
Menyuap nasi dengan pundak yang berat sebelah di kiri
Mengkapitalisasi parkir puskesmas jogja yang selalu sibuk di pagi hari
Dan GMC yang penuh diisi anak sosiatri
Kembali membenci zat yang berubah dan tak pasti
Menyalahkan siapa yang seharusnya tlah lama pergi
Mengamini dogma dan risalah bahwa tuhan yang tak pernah mati
Demi secangkir beras dan rasa takut dikebiri dedi mulyadi
Nistaan ku upayakan sejak dilahirkan di posyandu milik bidan rini
Bersamaan rambut depan yang rontok amplifikasi penuaan dini
Kupercayakan nadiku akan mengalir bak yordan yang suci ini
Sembah sujud pesan pada kursi besi pesing di taman eden tanpa penghuni?